Kamis, 11 Januari 2018

 Demonstrasi? Masih Sesuaikah di Zaman Sekarang?


          Informasi saat ini berkembang sangat pesat dengan adanya social media pada saat ini. Tak terkecuali informasi terkait demonstrasi yang dilakukan oleh BEM SI atau Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia. Padasalah satu platform yang digunakan oleh anak millenials saat ini yaitu line, perang like opini terkait hal ini pun bermunculan, ada yang pro terhadap aksi yang dilakukan BEM SI dan ada juga yang kontra dengan apa yang dilakukan tersebut.
           Sebelumnya dalam momentum apa BEM SI melakukan aksi? Aksi tersebut dilaksanakan tepat dihari tiga tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, 20 Oktober 2017. Seperti sebuah perayaan rutin yang harus dirayakan setiap tahunnya, BEM BEM sering kali melakukan aksi guna menagih janji sang pemimpin.
           Di tahun yang ketiga ini apa saja yang menjadi tagihan mereka? Diantaranya adalah memaparkan bahwa investasi di Indonesia ini banyak dilakukan oleh investor asing dan didominasi oleh investor yang berasal dari Tiongkok, projek Meikarta dan hal-hal yang berurusan dengan investasi yang bukan dilakukan sendiri oleh masyarakat Indonesia.
           BEM SI melakukan analisis terkait tuntutannya yang dituangkan dalam sebuah file. Tuntutannya yang paling menjadi sorotan adalah tentang pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mereka mengiyakan bahwa pembangunan infrastruktur yang ada ini pesat tetapi menyayangkan mengapa didanai atau di ambil dari sumber hutang, menurut mereka pembangunan malah menyusahkan rakyat dengan bertambahnya beban hutang negara.
           Hal fenomenal juga yang menjadi kekesalan mereka mengapa Presiden Joko Widodo tidak menghampiri masa yang sedang berdemonstrasi di depan istana. Seperti diketahui Presiden Joko Widodo pada saat itu sedang mengadakan kunjungan kepresidenannya Nusa Tenggara barat dan Cirebon. Selain itu BEM SI marah atas penangkapan mahasiswa sejumlah 16 orang, termasuk koordinator pusat BEM SI yang juga merupakan Presiden BEM UNS, Wildan.
           Lalu apakah kata pihak yang kontra terhadap aksi BEM SI?. Pertama terkait tiga tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yang kontra pada aksi demonstrasi ini lebih kepada orang-orang yang merasa bahwa pemerintahan sekarang jauh lebih baik dari pemerintahan sebelumnya dan dapat melihat dampaknya kepada masyarakat sehingga menyayangkan apa yang dilakukan BEM SI kemarin. Ada juga yang berpendapat yang harusnya dikoreksi tidak hanya pemerintahan eksekutif tetapi yang harus lebih diperhatikan adalah pemerintahan yang ada di lembaga legislatif. Dimana netizen geram dengan beberapa politisi yang ada di Senayan, dimana ucapannya baik langsung ataupun di media sosial itu tidak menentramkan dan malah membuat kegaduhan tidak seperti politisi yang seharusnya.
           Orang-orang yang kontra juga banyak yang merupakan mahasiswa-mahasiswa yang berkomentar dengan keilmuannya masing-masing. Ada anak ekonomi yang berpendapat bahwa analisis yang dilakukan oleh BEM SI tersebut datanya kurang kuat, contohnya tentang anggaran pendidikan, dimana dalam analisis BEM SI dikatakan bahwa dana pendidikan di Indonesia berkurang, padahal dana pendidikan tidak berkurang dan masih ada di angka 20% dari anggaran negara. Sehingga ada yang berkomentar analisis tersebut tidak bukan sebuah penggiringan opini semata.
           Ada juga yang berpendapat seorang mahasiswa hukum bahwa seharusnya anggota demonstrasi mengikuti benar peraturan yang sudah ditetapkan dalam melakukan demonstrasi. Dimana izin demonstrasi tersebut hsanya sampai pukul 18.00 namun mengapa mereka masih bertahan sampai hampir tengah malam. Hal tersebut malah menimbulkan kerugiaan kepada kepolisiaan yang harus lebih mengawasi demonstrasi lebih dari waktu yang sudah ditentukan dan tentu saja berdampak menimbulkan kemacetan. Tidak hanya kemacetan namun akhirnya demonstrasi ini juga berakhir dengan ricuh, dengan ditangkapnya 16 mahasiswa tersebut. Lalu ada yang mengatakan jika ada orang yang melanggar undang-undang khususnya melakukan penghasutan atau melakukan kericuhan apakah tidak bisa ditangkap? Hanya karena dia seorang mahasiswa yang katanya membela rakyat? Siapapun dia dan statusnya tidak ada yang kebal hukum di negara Indonesia.
           Ada juga yang berpendapat mengapa memangnya jika membangun dengan biaya hutang, lalu jika tidak dengan hutang mau dari mana lagi dananya? Menunggu sampai uang negara sendiri cukup, kalau tidak cukup-cukup lalu nanti tidak mulai-mulai pembangunannya lalu itu kan akan menjadi kesalahan lagi dari pemerintah. Mengapa tidak fokus saja kepada apa yang bisa kita lakukan sebagai rakyat contohnya untuk membantu pembangunan dengan melakukan wajib pajak.
           Lalu sebenaranya apakah demonstrasi menjadi cara yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia? Kita bisa melakukan perubahan dengan perspektif yang lainnya. Tentang investor asing yang dikatakan menjadi raja di negeri kita. Jika itu menjadi sebuah ancaman maka kita harus membuktikan bahwa kita bisa mengatasi ancaman tersebut. Misalnya BEM di setiap universitas mengadakan edukasi dan project besar misalnya mendidik agar mahasiswa Indonesia semuanya tidak hanya berpikiran menjadi pegawai tetapi menjadi rajanya pegawai, membuka start up misalnya, bisa mendayagunakan masyarakatnya sendiri apalagi membuat start up yang ingin menyelesaikan permasalahan di Indonesia dengan menjadi social entrepreneur. Dengan sangat besarnya efek media sosialpun kita sebagai pemuda dengan semangat sumpah pemuda bisa melakukan campaign untuk menggunakan produk di dalam negeri sehingga pebisnis-pebisnis yang berada di Indonesia ini akan menjadi raja di negeri sendiri.
           Terkait infrastruktur, walaupun pembangunan yang gencar dilakukan namun jika mindset orang Indonesia itu adalah tidak mau menggunakan kendaraan umum sebanyak uapapun infrastruktur yang ada dan dibangun itu tidak akan pernah menjadikan Indoenesia bebas dari macet. Itu juga yang menjadi tugas kita untuk mengubah mindset masyarakat Indonesia untuk mau menggunakan kendaraan umum atau menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda.
           Banyak sekali permasalahan di Indonesia ini yang solusinya tidak melulu harus berdemonstarsi, mungkin di zaman reformasi itu sangat efektif. Tapi kita harus melihat perkembangan zaman, berpikir dan bertindak lebih cerdas. Apakah kita ingin menjadi solusi atau sekadar mengkritisi dengan aksi yang mengikuti tradisi?.

Senin, 02 Oktober 2017

Mikrofon Pelunas Hutang, sebuah Solusi ataukah sebuah Ironi?




Acara  reality show di Indonesia terus menjamur dikalangan penikmatnya, mulai dari masalah percintaan, pemutusan hubungan percintaan, hingga yang terbaru yaitu masalah hutang perhutangan. Reality show ini bernama Mikrofon Pelunas Hutang, yang merupakan acara yang diadaptasi dari Thailand yang berjudul Mic on Debt Off. Mikrofon Pelunas Hutang sendiri mengudara di televisi Indonesia mulai 17 april 2017 dengan durasi tayang selama 120 menit.
Acara ini diyakini oleh pembuat dan penikmatnya sebagai acara yang membantu sesama, tetapi disadari atau tidak acara ini juga memiliki beberapa kekurangan.  Akan ada efek labelling kepada orang tersebut, dimana dia akan di cap sebagai orang  yang pernah memiliki hutang walaupun bisa saja orang tersebut sudah tidak memiliki hutang  lagi setelah acara tersebut.
Acara ini juga mengedepankan kesedihan dari para pesertanya  mengupas upas kehidupan sang peserta sampai dengan alasan mengapa mereka memiliki hutang. Seperti mengajarkan jika memiliki hutang itu bisa dengan mengemis di acara ini bukannya mendidik untuk mandiri, bagaimana cara berusaha atau bagaimana cara menghindari hutang dan pola perilaku hemat, tetapi malah ditanamkan kemudahan untuk membayarnya dengan mengikuti acara ini.
Esensi menyanyinya pun seperti hilang, karena yang menyanyi bukan karena mereka menyukai apa yang mereka lakukan atau karena menyanyi ingin di dengar suaranya oleh khalayak ramai namun se-sederhana menyanyi karena ingin menyelesaikan hutang. Suara pas-pasan pun berani tampil di depan tv.
Yang ironis dari acara ini adalah ada bagian ketika memilih salah satu microfon, ada yang menyala ada yang tidak. Ketika mendapatkan mic yang tidak menyala maka seperti menggosok kupon dengan tulisan “Maaf anda tidak beruntung, coba lagi ya.” Kenapa harus dibegitukan? Orang kecil diberlakukan seperti mainan. Ini niat menolong apa sekadar menjual cerita demi rating semata?

-Oleh: Alya kananda

Berbeda Bukan Berarti Tidak Bisa Bersama “Global Village Summer 2017 AIESEC Bandung”

Oleh: Alya Kananda

Perbedaan bendera negara, warna kulit, ras, agama, sampai tentang pola pikir dalam memandang suatu hal bukan menjadi suatu penghalang untuk EP atau Exchange Participants AIESEC in Bandung untuk berkumpul dan memeriahkan acara Global Village Summer 2017 yang diselenggarakan pada tanggal 16 Juli 2017 di Click Square Bandung dengan mengusung tema “Diversity in Harmony”.
Global Village sendiri dirancang oleh AIESECers, sapaan pengurus Aiesec. Lalu apakah itu AIESEC? AIESEC adalah sebuah organisasi kepemudaan terbesar di dunia yang berada lebih dari 120 negara di dunia. Di Indonesia sendiri AIESEC berada di beberapa universitas di berbagai macam kota, khusus untuk di Bandung AIESEC ini terdiri dari mahasiswa yang berasal dari ITB, Universitas Padjajaran, Telkom, UNPAR, Maranatha, dan universitas lainnya.
AIESEC memiliki tujuan untuk mencapai kedamaian di dunia dan sebagai sarana pemenuhan potensi kemanusiaan. AIESEC percaya bahwa dengan adanya pertukaran kebudayaan akan mencapai suatu kedamaian dimana orang tidak lagi mempermasalahkan perbedaan namun menjadi pelajaran dan pelengkap satu dengan yang lainnya.
Sesuai dengan tema yang diusung yaitu “Diversity in Harmony”, para Exchange Participants dari 30 negara berbeda seperti Algeria, Perancis, Korea Selatan, Mexico dan lainnya menjadi sebuah harmoni dalam acara Global Village tersebut. Ya, Global Village, kita seperti berada di sebuah desa dimana segala informasi dengan mudah didapatkan, namun di global village ini yang kita dapatkan adalah informasi secara global. Mulai dari sapaan dari setiap negara, pertunjukan baju tradisional setiap negara, sampai tampilan kebudayaan dari beberapa negara.
Tidak hanya itu saja pengunjungpun bisa mengunjungi booth-booth setiap negara untuk bisa berinteraksi secara langsung dengan Exchange participant tersebut sembari mencicipi makanan khas dari negara asal mereka dan tidak jarang booth-booth tersebut menyediakan cinderamata langsung dari negara mereka.
 Global Village ini sendiri diketuai oleh anggota Aiesec Bandung, Devira Nur Maulina dan hanya dibantu oleh beberapa orang anggota Aiesec Bandung. Walaupun kepanitiannya dalam jumlah yang kecil tapi tidak berarti menyelenggarakan sebuah acara yang kecil juga. Terbukti acara Global Village Summer 2017 ini menjadi event yang besar untuk disuguhkan kepada warga Bandung. Terbukti lebih dari 150 orang menghadiri acara ini dan memberikan komentar positif kepada salah satu perhelatan terbesar Aiesec in Bandung ini. Seperti salah satu komentar “Keren banget Global Villagenya, saya sangat senang, good job kepada seluruh panitia”. Ujar Regina Christi mahasiswi Universitas Parahyangan. Selain itu ada komentar positif juga dari anggota Aiesec Mexico, Mich Door “ I love it, it makes me so happy!”.
Acara ini seperti menjadi sindiran kepada situasi yang ada di Indonesia saat ini. Dimana perbedaan menjadi alat yang digunakan untuk menjadi pemecah belah bukan menjadi pemersatu bangsa. Perbedaan akan menjadi negatif jika dilihat dari kacamata yang negatif pula, namun perbedaan akan menjadi positif jika dipandang dari kacama yang positif pula. Seperti pemuda-pemuda yang berada di AIESEC ini memandang dengan kacamata kepositifan sehingga perbedaan bukan sebagai penghalang tetapi sebagai pemacu untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik di masa depan.

Selasa, 21 Maret 2017

Do'a Juga Bisa Melindungimu



Do’a juga Bisa Melindungimu


 Oleh: Alya Kananda

  Membaca Al-Qur’an seperti yang kita ketahui setiap satu huruf yang dibaca maka setara dengan sepuluh kebaikan. Lalu jika membaca surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surat An-nas, Surat Al-Falaq, dan Surat Al-Ikhlas.  Berapa banyak kebaikan yang kita dapatkan?. Tentu saja banyak. Namun, bukan hanya seberapa banyaknya kebaikan yang kita dapatkan tetapi manfaat apa yang kita dapatkan setelah kita membaca surat-surat tersebut.

  Sebelum membagi cerita tentang pengalaman penulis mengamalkan ayat-ayat di atas, sebenarnya kapan saja kita bisa mengamalkan ayat-ayat tersebut?.  Sebenarnya kapan saja waktunya itu baik, tidak hanya kapan saja tapi juga dimana saja, dan pada kesempatan apa saja. Penulis pun berusaha mengupayakan seperti itu. 

  Biasanya penulis mempraktekkan ketika sedang menunggu bis untuk pergi ke kampus, agar proses menunggu itu tidak membosankan dan agar waktu menunggu penulis tidak sia-sia begitu saja maka penulispun membaca ayat-ayat di atas. Begitu pun di kendaraan, perjalanan dari kampus penulis dan rumah memakan waktu minimal satu jam dan hal tersebut lumayan untuk digunakan untuk mengamalkan ayat-ayat tersebut. Alhamdulillah setiap penulis berkendara entah itu membawa kendaraan sendiri maupun kendaraan umum penulis tidak lupa membaca doa tersebut dan hasilnya alhamdulillah perjalanan penulis pun tenang dan terhindar dari bahaya-bahaya yang ada. 

  Bahaya-bahaya dalam kendaraan? Iya dalam berkendara kita mungkin mendapatkan bahaya yang entah dari manapun berasalanya. Salah satu bahaya yang mungkin muncul adalah bahaya dari sesama manusia. Penulis hampir setiap hari pulang pergi ke kampus menggunakan kendaraan umum seperti bis, angkot, elf dan lain-lain. 

  Pada tahun 2016 penulis mengalami insiden satu angkot dengan kawanan pencuri, iya kawanan karena mereka bekerja bukan sendiri melainkan ada tim yang bermain dalam setiap pencurian di dalam sebuah kendaraan. Pada waktu pertama kali penulis berhadapan dengan pencuri di angkot ada korban yang dicuri hapenya yang duduk tepat di depan penulis. Hasil penulis menonton tv mengetahui bagaimana modus pencuri itu mencuri, penulis pun mengetahui dimana hape itu berada. 
 
  Kronologinya adalah seorang wanita yang merupakan korban duduk diimpit oleh kawanan pencuri yang membuat duduk wanita ini sempit sehingga korban menjadi tidak fokus lalu penulis melihat ada yang membuka tasnya dan mengambil hapenya lalu di transfer ke orang yang menghadap ke belakang posisi duduk dalam angkot. Ditransfernya melalui bawah tas ransel hitam. Salah satu cirinya adalah para pencuri ini memakai tas ransel yang ia simpan di depan sehingga jika ada barang curian bisa ditransfer melalui bawah tas tersebut. 

  Hal ini ada di televisi ketika penulis menonton salah satu cara sulap yang memperlihatkan bagaimana kawanan pencuri bekerja maupun dari sinetron preman pensiun. Kembali kepada cerita pencurian, penulis sudah mengetahui apa yang terjadi di dalam angkot tersebut. Segera penulis memberikan pemberitahuan kepada wanita di depan penulis dengan mengatakan “mba itu tasnya terbuka” penulis ingin ia cepat untuk menyadari bahwa hapenya sudah tercuri. Lalu ia pun akhirnya menyadari dan mengatakan bahwa hapenya  hilang. 

  Lalu penulispun cepat berkata “mba cepat di telepon” Penulis bisa saja langsung mengatakan bahwa hape tersebut ada di bapak tertentu tapi penulis tidak memiliki bukti. Penulis meminta mbanya cepat menelopon hapenya agar hapenya berbunyi dan akhirnya kita bisa menangkap pencuri tersebut. Namun, mba yang kecurian ini terlihat linglung dan tidak bergerak cepat dengan kondisi seperti itu. 

  Akhirnya penulis berupaya memberikan kode ekstrim dengan melihat ke mbanya dan memberikan pandangan ke bapak yang mencuri seperti kode bahwa yang mencurinya adalah bapak tersebut namun kunjung tidak mendapatkan respon. Dan akhirnya pencuri itu pun panik satu satu turun hingga tidak tersisa dan wanita tersebut benar-benar kehilangan hape nya.

 Ketika penulis menceritakan ini kepada teman-teman penulis teman-teman penulis menanyakan kenapa penulis begitu berani di depan pencuri, ada yang mengatakan jangan ikut campur dengan urusan orang, atau berkata nanti kalau kamu di apa-apain gimana, kalau di tusuk gimana, dan lain-lain. Penulis pun menjawab bahwa hidup dan mati ini milik Allah, dan jika sampai mati pun Insya Allah mati syahid karena berniat menolong orang lain . Tetapi tetap, penulis merasa tidak enak dan merasa kasihan kepada mba yang hapenya tercuri. Sebab penulis tidak berhasil menyelamatkan hapenya tersebut.  

  Kejadian kedua adalah ketika penulis di elf, tentu saja penulis tidak lupa untuk membaca doa tersebut. Lalu penulis dalam kondisi berdiri karena elf sedang penuh, pandangan penulis tidak tertuju kepada tas penulis namun tiba-tiba penulis mengenggam tangan orang yang mau membuka tas penulis, entah keberanian dari mana penulis dengan muka menantang mengatakan “mau ngapain ini?” Dia pun akhirnya kikuk dan membuat alasan “mau nyuruh duduk” padahal tidak ada kursi kosong dan seharunya jika ingin menyuruh duduk itu langsung bilang saja atau menepuk pundak atau tangan penulis bukan ke arah tas penulis. 

  Penulis pun membaca lagi doa dan memohon kepada Allah jika mereka adalah pencuri maka segera turunkan dari elf ini. Begitu doa penulis selesai langung turunlah tiga orang dari elf yang penulis curigai tadi di jalan sekitar cinunuk. Penulis pun tenang. Tetapi ketika penulis sampai di rumah penulis mendapatkan kabar teman dekat penulis hapenya tercuri ketika naik angkot dan pencuri tersebut naik di daerah cinunuk. Dengan waktu yang sama ketika penulis pulang. Dan ketika ditanya ciri-ciri dari pencuri tersebut sama dengan orang-orang yang penulis curigai di elf. Walaupun penulis tidak terkena curian tetapi penulis sedih karena teman penulis yang menjadi korbannya.
 
  Kejadian ketiga adalah kejadian dimana hanya penulis penumpang di angkot dan penulis melihat wajah pencuri yang penulis pernah temui, ingin rasanya penulis turun tapi akhirnya penulis hadapi sambil membaca doa di atas. Dan akhirnya pencuri tersebut menelepon temannya dan berkata “teu benang eui” atau dalam bahasa Indonesianya “engga kena nih”. Dalam hati penulis senang dan bersyukur kepada Allah SWT. 

  Itu hanyalah beberapa pengalaman penulis mengamalkan doa-doa di atas, pengalaman-pengalaman akan dirasakan pula oleh kawan yang mengamalkan do’a di atas. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT.


  Pada hal-hal yang penting pun penulis mempraktekkan doa ini. Ketika penulis merasa tidak enak badan atau ketika memijit ibu penulis penulis selalu memijit dengan membaca doa-doa tersebut. Hasilnya penulis memijit sambil mengeluarkan air mata, sesudah memijit pasti penulis selalu seperti orang yang baru menangis. Penulis pun pernah memijit teman penulis di kampus dan hasilnya sama penulis menguap dan sampai keluar air mata ketika memijit. Teman penulis yang lain mengatakan bahwa penulis memiliki tenaga dalam karena bisa memijit sampai seperti itu. Tapi Wallahu alam. 
 
  Tidak hanya kepada orang lain, tetapi jika penulis merasa tidak enak badan penulis melakukan hal ini kepada badan penulis. Bukan hanya gangguan seperti tidak enak badan bahkan penulis suka melakukan doa ini kepada badan penulis ketika penulis merasa ada hal ghaib yang menempel pada penulis. Bacaan ini juga bisa menjadi alat ruqiah untuk diri sendiri.
Cerita yang penulis bagikan hanyalah sedikit manfaat yang penulis rasakan setelah mengamalkan ayat-ayat tersebut. Manfaat yang lainnya pastilah sangat besar dan banyak sekali dan cerita tersebut akan beragam sebagaimana orang-orang mengamalkannya yang akan memberikan cerita-cerita tersendiri.

Rabu, 31 Agustus 2016

Kuliah PP Bandung - Jatinangor?


Engga mungkin! Jauh banget! Mau tua di jalan? Mending nge kos biar ga capek!
 
But all of that thoughts I ignore them all.

Kenalin dulu saya Alya Kananda, Ilmu Komunikasi UNPAD 2015.
Saya mengalami itu kok. Rumah di Bandung tapi kuliah di Jatinangor.
Engga se capek yang dibayangkan.
Mungkin karena sudah terbiasa.

Awal-awal masuk kuliah si biasa banget jam 8 masuk oke pake bis Damri Dipati Ukur - Jatinangor yang jam 6 pagi. Untuk Informasi harga bisnya Rp7.000. Untuk rutenya sendiri itu dari Dipati Ukur-Museum Geologi- Supratman- Laswi- BKR- Moh. Toha - Tol - Cileunyi - sampe deh di Pangdam (Pangkalan Damri).

Penampakan Pangdam 


 Penampakan Bis waktu saya masuk kuliah  (2015)


Saya sering nanya ke supirnya "Pak kapan ya bisnya diganti jadi yang baru kayak bis Elang-Jatinangor?". Bapaknya selalu bilang "Bentar lagi kok neng".
Dan akhirnya......................................
Perkataan sebentar lagi itu terwujud tahun depannya ................................................................

Penampakan bis tahun 2016


Bentuknya sama kayak gitu tapi nomer bisnya yang Dipati Ukur- Jatinangor itu 07.
Dalemnya juga enak ac nya kerasa dan ga terlalu gede ga bocor kemana-mana. Ada musiknya juga yang biasa di puter dari radio atau engga flash disk supirnya.
Bisnya ada yang duduknya saling berhadapan ada juga yang kayak biasa menghadap ke depan.

Secara saya anaknya pagi-pagi kadang suka ga sempet sarapan dan dandan, jadi sebenernya lebih enak yang ngehadap ke depan mau sarapan sekalian dandan jadi aman.
Tapi pernah juga nekat sarapan dan dandan di bis yang duduknya saling berhadepan. Tinggal tebelin muka aja :')

Daan jeng jeng semester dua muncul dan Fakultas saya menerapkan masuk kuliah jam 7 pagi :(
Akhirnya muter kepala kayak gimana biar masuk kuliah ga telat.
Bis damri udah ga mungkin karena bakal telat.
Travel bisa sih bisa yang naik dari Dipati Ukur ada Geulis Rp18.000 Tiyasa sama Rp18.000 juga. Tapi kalau setiap hari ya tekor juga :(

Akhirnya aku setiap jam 5.20 pagi pergi ke terminal cicaheum untuk naik apapun itu kalau ga bis Cirebon-Bandung ya Elf pun aku jalani. Harganya cuman Rp5.000 saja.
Begitu pun pulangnya aku naik bis Cirebon-Bandung atau Elf dari depan Alfamart Ciseke.
 Semoga bisa bermanfaat ya ^-^

 










Gambar-gambar diambil dari:
https://a2ua.com/bandung/bandung-001.jpg
http://blog.carionline.com/wp-content/uploads/sites/8/2015/10/5560466645_bebc1498da_z.jpghttps://adiatigracia.files.wordpress.com/2014/03/pangkalan-damri-jatinangor.jpg
http://tango.image-static.hipwee.com/wp-content/uploads/2014/10/damri.jpg
https://www.google.com/search?q=travel+geulis&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwje3uGvlOvOAhUNTI8KHbqaBVYQ_AUICigD&biw=1024&bih=489#imgrc=koF78S9nwJAHhM%3A
https://www.google.com/search?q=travel+tiyasa&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi47L_nlOvOAhWLvY8KHTJPCTMQ_AUICCgB&biw=1024&bih=489#imgrc=zUaii6vLrHNpdM%3A
https://www.google.com/search?q=bus+cirebon+bandung+cicaheum&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjg74niluvOAhUMqo8KHbwoAcgQ_AUICigD&biw=1024&bih=489
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fposkotanews.com%2Fcms%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F05%2Filuspenumpang.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fposkotanews.com%2F2012%2F02%2F12%2Fpasca-musibah-cisarua-penumpang-kurnia-bakti-sepi%2F%3Fswitch&docid=dLrXnu4ei6nHkM&tbnid=-ZxUlj8vU73AmM%3A&w=300&h=225&client=firefox-b&bih=489&biw=1024&ved=0ahUKEwjvhqf6luvOAhVIsY8KHV4XBdgQMwgpKAswCw&iact=mrc&uact=8

Jumat, 08 Mei 2015

G8 (Group of Eight)

 G8 (Group of Eight)


Apa itu G8?
G8 adalah Group of Eight yang merupakan kelompok informal yang beranggotakan negara-negara industri terkemuka di dunia. Negara-negara tersebut merupakan negara demokratis besar dan termaju di dunia. Forum internasional ini membahas tentang perekonomian dan politik.
Negara Apa Saja?
8 Negara itu terdiri dari negara-negara di dalam dan di luar PBB maupun Bank Dunia. Negara-negara tersebut adalah:
1.       Perancis                                                                              
2.       Italia                                                                                     
3.       Jerman                                                                                
4.       Inggris                                                                                  
5.       Amerika Serikat
6.       Jepang
7.       Kanada
8.       Uni Eropa
9.       Rusia (dikeluarkan 2014)
Tujuan?
Bermula dari krisis minyak pada tahun 1973 yang melanda dunia dan terjadinya resesi dunia selanjutnya. Selanjutnya kelompok G8 dalam setiap agendanya membahas tentang masalah-masalah ekonomi dan politik.
Agenda Kedepan?
G8 serius mengurangi separuh emisi karbondioksida sampai tahun 2050.
Berita Terkini
Pada tahun 2014 Rusia dikeluarkan dari G8 sampai waktu yang tidak ditentukan karena mencaplok Crimea.
Komentar Negara Lain tentang G8
 Masih tentang Rusia, Rusia menilai langkah G8 untuk menyingkirkan Rusia adalah tindakan yang kontra produktif.
Positifnya
Menguntungkan dalam kerjasama antarnegara anggota G8.
Negatifnya
Kebijakan yang merugikan negara di luar keanggotaan.
Kesimpulan
 Sebuah perkumpulan itu bagus apabila kebijakan-kebijakannya juga membuat negara anggota dan non anggota sejahtera. Bukan hanya beberapa golongan saja.

Daftar Pustaka